Acehgate | ACEH – Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, Kementerian Pertanian juga mulai melakukan pendataan dan asesmen kerusakan sektor pertanian akibat banjir dan tanah longsor di Aceh. Pendataan meliputi lahan sawah, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan. Langkah ini dilakukan sebagai dasar penanganan lanjutan dan pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak.
“Selain pengawalan bantuan, kami ditugaskan untuk mendata seluruh area pertanian yang terdampak, mulai dari sawah yang rusak ringan, sedang, hingga berat, termasuk ternak yang mati atau sakit,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan saat penyerahan bantuan di Aceh, Kamis, 18 Desember 2025.
Menurut Irham, sesuai arahan Mentan Andi Amran Sulaiman pihaknya juga memberi perhatian khusus kepada petani yang mengalami gagal panen maupun yang terdampak menjelang masa panen.“Ada petani yang dua minggu lagi panen, ada yang baru tanam, semuanya kami data. Insyaallah pasti ada perhatian dari negara,” ujarnya.
Rencananya lanjut Irham, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar kebijakan dan bantuan lanjutan yang akan dilaksanakan mulai awal 2026.
Sebelumnya, Kementan dan Bapanas Peduli kembali mengirimkan bantuan tahap dua bagi korban bencana di Sumatra. Pada tahap ini sebanyak 153 truk logistik dengan estimasi berat sekitar 700 ton dikirim melanjutkan penyaluran tahap pertama yang juga mencapai sekitar 700 ton.
Irham menjelaskan, bantuan tahap kedua difokuskan pada obat-obatan, serta kebutuhan sekunder seperti pakaian perempuan dan anak-anak, namun demikian tetap menyertakan bahan pangan pokok. Untuk obat-obatan yang dikirim diambil langsung dari pabrik sehingga masih dalam kondisi baru dan aman digunakan.
“Untuk tahap kedua ini kami lebih fokus pada obat-obatan dan kebutuhan sekunder. Obat-obatan diambil langsung dari pabrik setelah diproduksi, sehingga masih sangat aman untuk digunakan,” tuturnya.
Ia menyebut, seluruh bantuan tersebut akan diserahkan kepada BNPB Provinsi Aceh untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah. Distribusi bantuan dilakukan di tiga titik, yakni Lhokseumawe, Medan, dan Teluk Bayur, sebagaimana pola distribusi pada tahap pertama.
Secara keseluruhan, nilai bantuan tahap kedua ini diperkirakan mencapai Rp10–11 miliar. Adapun total donasi kemanusiaan yang berhasil dihimpun dari Kementan, Bapanas, dan mitra strategis hingga saat ini mencapai sekitar Rp75 miliar, dengan tahap pertama senilai Rp34 miliar yang didominasi bantuan pangan siap konsumsi.
Kementan juga memastikan penyaluran bantuan ke Aceh diprioritaskan karena kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, bantuan Kementan Peduli sebagai wujud kepedulian para pegawai Kementan bersama mitra strategis. Mereka memberikan sumbangan secara langsung atas dasar keikhlasan.
Ia menegaskan, seluruh proses distribusi bantuan dikawal secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran, mulai dari penerimaan barang, pengecekan kuantitas, hingga pengiriman ke daerah tujuan. “Seluruh bantuan kami kawal hingga tiba di lapangan, lengkap dengan laporan foto, jumlah, dan jenis barang yang diterima,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
















