Musprov VIII PMI Aceh Akan Digelar, Sejumlah Nama Muncul sebagai Calon Ketua

AcehGate|Banda Aceh, – Dalam rangka melaksanakan amanat konstitusi organisasi sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII pada 25–27 November 2025 yang dipusatkan di Kota Takengon, Aceh Tengah.

Musyawarah Provinsi ini diselenggarakan karena kepengurusan masa bakti 2020–2025 akan segera berakhir tahun ini. “PMI Aceh akan menggelar Musprov ke-VIII pada tanggal 25 hingga 27 November 2025 di Takengon, Aceh Tengah,”ujar Ketua Panitia Pelaksana, HT. Ibrahim, ST., MM.

Panitia Pengarah Musprov VIII PMI Aceh, Zulmahdi Hasan, S.Ag., M.H., menjelaskan bahwa Musprov akan membahas evaluasi program kerja, penyusunan arah kebijakan lima tahun mendatang, serta pemilihan Ketua dan Pengurus PMI Aceh masa bakti 2025–2030.

“Musyawarah ini akan melibatkan Ketua PMI kabupaten/kota se-Aceh serta perwakilan Forum KSR dan TSR selaku pemegang hak suara. Perwakilan pihak lain juga akan hadir sebagai peninjau,” jelas Zulmahdi.

Isu Strategis dan Program Kerja Masa DepanMusprov kali ini menjadi momentum penting memperkuat kapasitas PMI Aceh dalam:

✅ Kesiapsiagaan bencana alam (gempa, banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem)

✅ Respon kondisi darurat seperti kecelakaan, pandemi, dan bencana sosial

✅ Penguatan relawan dan SDM kemanusiaan

✅ Optimalisasi Unit Donor Darah (UDD) dan pemenuhan stok darah aman

✅ Transformasi sistem informasi dan digitalisasi layanan PMI

✅ Penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga usaha, dan masyarakat

✅ Penataan manajemen organisasi yang transparan dan berintegritas

✅ Program pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK)

“Aceh merupakan daerah rawan bencana. Karena itu, program prioritas PMI akan berfokus pada peningkatan respon cepat darurat dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” tambah HT. Ibrahim.

Kemunculan Kandidat Ketua Baru

Memasuki masa Musprov, sejumlah nama bermunculan sebagai calon Ketua PMI Aceh periode mendatang, antara lain:

• Zulmahdi Hasan, S.Ag., M.H. – Ketua Bidang Diklat PMI Aceh

• Marzuki AR, SE (Wen Rimba Raya) – Wakil Ketua PMI Aceh

• Khalid, S.Pd.I – Ketua PMI Kabupaten Pidie & Anggota DPRA

Sementara itu, Ketua PMI Aceh saat ini, Murdani Yusuf, menyatakan masih siap melanjutkan pengabdian bila diberikan amanah kembali.

“Saya siap mewakafkan waktu dan tenaga saya untuk kegiatan kemanusiaan, namun keputusan sepenuhnya berada di tangan Ketua PMI Kabupaten/Kota dan para relawan sebagai pemegang hak suara,” ujar Murdani Yusuf.

Dengan semangat kemanusiaan dan solidaritas tanpa batas, Musprov VIII PMI Aceh diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang lebih kuat, progresif, dan responsif dalam menghadapi tantangan kebencanaan serta kebutuhan masyarakat Aceh ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *